Tentangmu sobat, sebut saja Mawar

Rabu, 11 Maret 2015




     Cinta memang harus diperjuangkan untuk dimiliki tapi tidak berarti setiap cinta bisa dimiliki. Ada bagian dimana cinta itu harus dilepaskan dan tentu saja diikhlaskan. Tapi, bukankah cinta memang seharusnya diperjuangkan? sampai tiba saatnya kita tahu keputusanya entah itu bertepuk tangan atau justru bertepuk sebelah tangan? Iya bener tapi kan cinta itu bukan hanya memperjuangkan melainkan saling memperjuangkan. Yakan..

     Sebut saja Mawar (nama jelas disamarkan biar gak banyak yang naksir) adalah sahabatku yang udah jomblo cukup lama tapi jelas  tetep ga ada yang bisa ngalahin masa kejombloanku. Yaudah gausah bahas jomblo karna itu sangat sakral buat manusia-manusia yang fakir asmara. Si mawar ini  punya kisah cinta yang baru, fresh dan seger yang pastinya bisa aku jadiin sasaran empuk buat dibikin postingan di blog. Kisah cinta barunya adalah kisah cinta yang pasif, dalam diam dan dalam kepura-pura tidak tahu-an. Sekali lagi, kisah cinta barunya adalah kisah cinta yang pasif, dalam diam dan dalam kepura-pura tidak tahu-an.

     Alkisah, si Mawar menyukai Cowok tamvan (Nama disamarkan juga) , dia berjuang mati-matian buat bisa deket dengan Cowok tamvan. Banyak hal yang dia lakuin, mulai dari nge-add FB, nge-like postingan-postingannya, stalking, bikin postingan status buat si Cowok tamvan dll. Dengan harapan si Cowok tamvan sedikit memberikan notice kepada si Mawar. Sedikit berhasil memang, karna mereka berdua sekarang saling spam like tiap hari. Yah walaupun sampai sekarang pun si Cowok tamvan gak memberikan notice yang lebih lagi: misalnya minta nomer hp. Tapi itu udah ngebuat si Mawar nge-fly tinggi banget sampe enggak mau turun padahal sayapnya sedikit demi sedikit mulai terkikis dan rapuh karena harapan-harapan kosong yang dia ciptakan sendiri.
     Selalu begitu, stalking facebook kemudian menyimpulkan sesuatu dengan sendirinya, menumbuhkan harapan dengan sendirinya dan pada akhirnya hancur bersama kesimpulan dan harapan itu sendiri. FYI ini seperti menyiksa diri sendiri. Udahlah turunlah .. Bumi tempatmu berpijak nak.

#1Day1Dream Tugas Akhir Pasti Berakhir

Jumat, 02 Januari 2015


     Mungkin di sekolah lain siswi STM tingkat akhir gini hanya sampai di kelas 3 tapi beda dengan sekolahku, anti mainstream. Sekolahku sampe 4 tahun dan di tahun terakhir inilah setiap siswa wajib menyelesaikan bejibun tugas biar bisa lulus. Mulai dari laporan magang yang halamannya sampe berlapis-lapis setebal kamus besar bahasa Indonesia, laporan-laporan praktikum per mata pelajaran yang memang udah jadi makanan sehari-hari sejak awal semester 1, belum lagi tugas-tugas yang lainnya yang gak bisa dicicil di rumah, yaitu praktek lapangan.  Dimana ketika itu, aku ga akan lagi bergantung pada icon “undo” bila terjadi kesalahan, ga bisa mengandalkan icon “save” juga ketika waktu pelajaran usai tapi praktek belum kelar. Lumayan bikin geregetan kalo praktek udah mau selesai tapi waktu mapel udah habis, mau gak mau harus kumpul alat dan bongkar apa yang sudah dikerjakan tadi. Oke mulai dari nol lagi buat pertemuan selanjutnya. Tapi gaes, dari sekian banyaknya tugas hanya satu yang bikin semua siswa tingkat akhir kalang kabut yaitu TAS (Tugas Akhir Study). Layaknya anak-anak kuliahan dan itu membuat para pejuang TA 2015 salah satunya aku tidak memiliki waktu lagi untuk bersantai. Setiap harinya berasa dikejar-kejar sebuah tanggal yang menjadi patokan berakhirnya tugas itu dikumpulkan. That’s why i usually meet deadline in my life.

     Semingguan ini aku merasa bumi begitu cepat berotasi dan aku merasakan deadline semakin kuat menarikku kedalam semangat yang membara *apasih ini. Semangat untuk segera menyelesaikan TAS, karena aku berharap TA ku bisa kelar sebelum deadline yaitu tanggal 10 Januari 2015. Buat memulai mengerjakan TA itu gak gampang dan butuh niat, nah ini yang susah kadang perlu pengumpulan niat dulu selama sejam misal facebookan dulu, ngeblog dulu (kayak gini nih) atau bisa juga foto-foto dulu ( Kalo ini aku doang sih kayaknya). Karna TA juga pola makanku jadi ga teratur jadi tambah buanyak yang awalnya sehari makan 4 kali, sejak ngerjain TA sehari ini bisa sampe 6 kali plus cemilan-cemilannya. Gak cuma itu TA juga bikin seseorang berasa jadi monster, kadang mandi cuma sekali, sisiran sehari sekali kadang juga udah lupa otak ditaruh dimana masih di kepala atau udah pindah di kaki, mengerikan. Daan  Look! Kini kantung mataku berkantung (gapenting).

     Mewujudkan impian emang gak semudah ngedipin mata, perlu kerja keras dan juga doa. Pengorbanan juga perlu, kayak aku nih 2 minggu yang harusnya liburan tengah semester aku bela-belain berangkat ke sekolah buat nyicil TA bareng temen-temen yang lain. Berharapnya dengan begitu Tugas Akhirku bisa selangkah lebih cepat kelar hehe pokoknya keep calm tugas akhir pasti berakhir kok :D

Tulisan ini diikutsertakan dalam #ProjectKK #1Day1Dream
oleh Kancut Keblenger Komunitas Blogger Indonesia.

di usia senjaku..

Sabtu, 13 September 2014

Dewasa adalah pilihan tapi menjadi tua itu pasti dan aku tahu pasti ada masanya dimana wajahku akan nampak garis-garis tegas berkeriput. Kulit tak sekencang dan sekenyal dulu. Mata mulai kesulitan membedakan warna, dan beberapa metamorfosa lainnya yang terlalu banyak jika  kujelaskan satu persatu. Saat itulah aku bisa merasakan bahwa tubuh ini cukup lama mengarungi lika-liku kehidupan, semakin renta dan ada saatnya untuk beristirahat.

Yah, ketika membayangkan masa senjaku, pikiranku  melayang-layang mulai membentuk angan-angan. saat masa itu tiba, Aku ingin berada di tengah-tengah keluarga yang harmonis. anak-anakku, cucu-cucuku semua berkumpul di dalam naungan yang sama. Saling berbagi cerita, tawa dan canda. apabila sore tiba rumah telah rapi dan pelataran telah bersih tersapu, aku bersama keluarga besarku berkumpul bersama di teras dan lagi-lagi dalam naungan yang sama. Saling berbagi cerita dan menikmati senja bersama.

Aku.. bersama kamu, duduk di kursi rotan sembari menyeruput secangkir susu cokelat kental. Mendengarkan lagu-lagu masa muda dan bernyanyi bersama. Tanganku masih hangat kau genggam, kau rangkul tubuhku yang semakin rapuh dengan begitu eratnya sekan menandakan “kalaupun nantinya akan ada yang tiada, kita akan tiada bersama-sama”. aku memalingkan pandanganku ke arahmu yang sedari tadi merangkul erat tubuhku. Kabur sekali. Wajahmu sangat sulit aku tangkap dengan indra penglihatanku. Mungkin penglihatanku memang sudah tak sejelas dulu. Aku kembali mengucek mataku, hanya bayang-bayang. Kini tak hanya wajahmu saja yang sulit aku lihat, tapi tubuhmu juga demikian. rangkulan tanganmu mulai mendingin, tak kurasakan kehangatan. Dan aku dapati tanganmu memang tak lagi merangkul tubuh rentaku ini. Aku tak mengerti.. senja yang indah kini berubah menjadi kekhawatiran, kehilanganmu. Aku kembali menoleh ke arah mu, dan terlambat. Tak kudapati lagi  kamu di sampingku.. aku kembali menyeruput secangkir susu cokelat kental yang sudah mendingin. Terjadi percakapan sederhana antara aku dan air mata , “ bersamamu di usia senjaku. Mana bisa?” bersama lembutnya angin sepoi, kututup mataku dan aku mulai nyaman dengan peristirahatanku.

Quotes

Rabu, 10 September 2014

Kamis, 03 April 2014

Farichatus Sa’diyah, sering disapa dengan sebutan faricha atau chatus(?).
Wanita kelahiran 23 April 1996 ini mulai menyukai sastra sejak SMP sampai akhirnya terbentuklah blog pertama pada tahun 2011 (yang sekarang non aktif dan telah diganti dengan blog ini).
Sekarang ini sedang menetap sementara di Jakarta untuk mewujudkan segala mimipi-mimpinya^^

Faricha bisa kamu sapa melalui;
akun instagram farichatus.s (klik link) atau melalui;
e-mail inifaricha@gmail.com .

Faricha juga memiliki akun tumbrl adadilangit.tumbrl.com (klik link)
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS