Perempuan itu, se-bo-doh itu?

Jumat, 04 September 2015


Perempuan itu rupanya sedang menangis, bukan menikmati hujan yang turun tepat di atas kepalanya. 
Perempuan itu rupanya terlalu asik bersama hujan, tapi bukan menikmatinya.
Entah sudah berapa lama ia bersenang-senang dengan hujan.

Air mata luruh bersama gemuruh. Badan menggigil. bibir membiru. dia sudah layu.
Membiasakan diri terhadap yang menyakiti. Se-bo-doh itu?

Mungkin sebentar lagi perempuan itu akan berhenti menari. Dan memang seharusnya pemberhentian itu sudah ia lakukan sedari tadi. eh bukan, sedari dulu maksudku. Tapi nampaknya perempuan itu enggan meninggalkan hujan. Wajahnya lesu ketika diburu untuk berlalu. Adakah yang salah? Adakah yang direbut oleh sang hujan darinya? Adakah sesuatu yang memaksanya untuk tertahan?

Perempuan itu, sungguh aku tak mengerti pola pikirmu. Yang kutahu kau memaksakan dirimu. Kau seolah seseorang yang sedang bertahan pada sesuatu yang harusnya kau lepaskan. Perempuan itu, beranilah mengikhlaskan. Percayalah, kala hujan berhenti, pelangi sudah menanti…….

Teruntuk hati yang sengaja dipatahkan.

Senin, 24 Agustus 2015

sumber gambar: karenapuisiituindah.tumbrl



Teruntuk hati yang sengaja dipatahkan juga teruntuk rasa yang sengaja dikecewakan..
Percayalah, bukan maksud si pematah untuk mengelak, memungkiri dan menghindar.
Pun bukan maksud si pengecewa mematikan rasanya. 

Karena memang tangan tak mungkin bertepuk kepada yang bukan pasangan..
hati tak akan tertaut kepada yang bukan belahan..
dan rasa tentu saja tak mungkin mau direngkuh kepada yang bukan tuannya. 

Mungkin kamu masih kurang mengerti dan menyadari, bahwa kamu tidak bisa meminta seseorang untuk mencintaimu.

lagi-lagi harus kamu?

Senin, 17 Agustus 2015

sumber gambar: euymidun.wordpress


Andaikan pintu ini segera terbuka ketika ada yang mengetuknya.
bukan lagi terkunci dan memaksa seseorang untuk mendobraknya.

Barang kali dengan begitu hujan akan segera mereda.
Barang kali perasaan ini akan segera menemukan tuannya.
Barang kali aku tak lagi merasa candu untuk merindumu.

Dan..
Andaikan kamu bersedia mengetuknya kembali..
Tanpa kau dobrak pun pintu ini pasti sudah terbuka.

Ah..
Kenapa lagi-lagi harus kamu..

Kenikmatan Sederhana Dalam Semangkuk MieAyam

Minggu, 05 April 2015



     Sebagai Warga Negara Indonesia pasti tahu dong sama kuliner-kulinernya. Dan menurutku bohong banget kalo dari kalian sampai ada yang ngaku gak pernah nyobain mie ayam. Makanan yang terbuat dari mie kuning ditaburi saos, kecap khusus, sambel beserta daging ayam dan sayuran, makanan yang lezat banget ngalahin makanan-makanan bintang lima yang dijual di cafecafe. Beuuh.

    Mie ayam ini biasanya dijual di pingggiran-pinggiran jalan pake gerobak atau dalam bentuk rumah kecil-kecilan. Ada juga sih yang udah dalam bentuk semacam cafĂ© dan restaurant. Tapi tetep yang di pinggiran jalanlah yang paling bisa menggoyang lidah. Selain lebih murah apalagi buat pelajar yang minim uang saku kayak aku gini juga rasanya masih sama seperti mie ayam tradisional pada umumnya, belum dimodifikasi sedemikian rupa sehingga nampak lebih berkelas. Sebenarnya Mie ini bukan asli dari Indonesia melainkan dari Cina Selatan, dan meskipun gak asli dari Indonesia gak bisa dipungkiri juga kalau mie ayam ini salah satu makanan sejuta umatnya Indonesia. Benarkan? Ngaku aja deeh.

Dan seiring perkembangan zaman Mie ayam semakin banyak pilihannya hlo, yaitu : 
1.      Mie Ayam Ceker
2.      Mie Ayam Bakso
3.      Mie Ayam Pangsit
4.      Mie Ayam Jamur
Silakan pilih selera kalian masing-masing *tingg;) berasa jadi pedagang mie ayam-_- 







 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS